Monday, 22 July 2019

LAPORAN PELAKSANAAN KONSELING DI RUMAH SAKIT DR. HANAFIYAH BATUSANGKAR


LAPORAN KONSELING KELOMPOK
DI RUANG KELAS III BEDAH WANITA
Oleh Yulia Annisa, S.Sos
Pertemuan Ke-1  : Kiat Memperoleh Kenyamanan Ketika Sakit
Tanggal                : 22 November 2016
1)      Tahap Pembentukan
a)      Ucapan selamat datang dan terimakasih
“assalamualaikum ibuk-ibuk, bagaimana keadaannya hari ini ibuk-ibuk?, terimakasih telah dapat meluangkan waktunya untuk mengikuti salah satu program  konseling kelompok dari pelayanan rohis di rumah sakit ini”
b)      Doa bersama (dapat dipimpin konselor dan atau oleh seorang kelompok)
“semoga kegiatan kita hari ini dilancarkan serta mendapat berkah dari Allah swt. serta memperoleh manfaat bagi kehidupan kita”
c)      Pengertian konseling kelompok
“baik lah ibuk-ibuk dalam  kegiatan ini saya ak kita ini a memimpin langsung kegiatan ini hingga akhir, kegiatan ini bernama konseling kelompok yang merupakan sebuah layanan dalam program konseling rohani Islam (Konseris) di rumah sakit ini, selama kurang lebih 40 menit kedepan kita akan membahas masalah-masalah yang ibuk-ibuk hadapi yang berkaitan dengan psikis atau rohani, atau segala sesuatu yang mengganjal di pikiran ibuk-ibuk yang menghambat proses perawatan dan penyembuhan ibuk-ibuk di rumah sakit ini”
d)     Tujuan konseling kelompok
1.      Saling berbagi pengalaman antara pasien (anggota kelompok)
2.      memperoleh informasi baru dalam mengatasi masalah
3.      melatih rasa percaya diri
4.      melatih menghargai pendapat orang lain
5.      melatih cara menyampaikan pendapat dengan baik
6.      terentaskannya masalah yang dialami anggota kelompok
e)      Perkenalan, dan dilanjutkan rangkaian nama.
Terlebih dahulu saya memperkenalkan diri pribadi saya kepada pasien dan keluarga pasien yang ada di ruang Kelas III Bedah Wanita,
“Nama saya Yulia Annisa, saya mahasiswa praktek Rohis yang bertugas di rumah sakit ini di bidang kerohanian”
Selanjutnya perkenalan dari pasien dan rangkaian nama peserta Konseling Kelompok :
-          Martalena              -  Dewi
-          Sukma                   -  Elisa
-          Indrawani              - Cica
-          Yesni

2)      Tahap Peralihan
a)      Menjelaskan kegiatan yang akan dijalani
Menjelaskan bahwa :
-          Setiap anggota mengemukakan masalah yang dihadapinya
-          Kesepakatan bersama menentukan masalah yang akan di bahas pertama
-          Kegiatan ini akan membahas masalah dan membutuhkan peran aktif dari para pasien
-          Perlunya pemahaman dari materi yang disampaikan
-          Kegiatan ini membutuhkan ide-ide, atau pendapat yang membangun dari para pasien.
-          Tanya jawab hal yang belum dipahami
b)      Menanyakan apakah anggota telah siap
Semua anggota kelompok telah siap untuk mengikuti kegiatan konseling kelompok
c)      Mempelajari suasana yang terjadi dalam kelompok
Sayamemperhatikansatupersatukondisisemuaanggotakelompok, jikamasihadahal yang mengganjalatausesuatu yang membuatkurangnyamansayamenanyakankembalikepadamasing-mmasinganggotakelompok, agar semuaanggotakelompokdapatmengikutikegiatandenganbaikdannyamansertasalingterjalinnyakedekatanemosional.
d)     Bila perlu, kembali kepada aspek sebelumnya (tentang yang masih diragukan).
3)      Tahap Kegiatan
a)      Semua anggota kelompok mengemukakan permasalahan pribadinya secara bergantian, padatahapinisayamengajakparaanggotakelompokuntukmengemukakanpermasalahanapa yang dirasacocokuntuk di bahasdan di carisolusisecarabersama-sama, masalah yang dibahassesuaidenganapa yang dihadapiolehanggotakelompokpadasaatini.
b)      Anggota memilih dan menentukan permasalahan yang akan dibahas pertama kali.
Adapun masalah yang tepilih pertamakali untuk dibahas ialah masalah ketidaknyamanan pasien menghadapi sakit.
c)     Tanya jawab hal yang belum dipahami (tentang masalah anggota yang dipilih untuk dibahas)
Tujuan/ hasil yang akan di capai dari pembahasan masalah ini ialah:
-          Pasien dapat memahami dan menerima keadaan sakitnya
-          Pasien dapat belajar dari pengalaman sebelumnya dan dan juga dari pengalaman orang lain
-          Pasien dapat menerapkan dan mengaplikasikan kesabaran serta keikhlasan menerima sakit
-          Pasien memperoleh kenyamanan selama masa perawatan di Rumah Sakit
d)     Anggota membahas masalah sampai tuntas
Pembahasan :
-          Pasien saling berbagi pengalaman dan bertukar pendapat tentang pengalamannya menghadapi sakit
-          Pasien membahas hikmah sakit
-          Pasien membahas kekuatan jasmani dan rohani sangat diperlukan untuk mencapai kenyamanan hidup
-          Ikhlas dan sabar kunci dalam dalam menghadapi sakit serta tetap bertawakal.
e)      Selingan (istirahatsejenaksambilberguraudenganpasien)
f)       Berdasarkan kesepakatan dengan anggota dapat dilanjutkan masalah anggota berikut pada pertemuan kedua yaitu tanggal 23 November 2016
4)      Komitmen
Anggota yang masalahnya telah dibahas diberi kesempatan untuk mengemukakan hal-hal yang dilakukannya setelah pembahasan selesai.
Pasien dapat memahami dan menerapkan kiat-kiat untuk memperoleh kenyamanan ketika sakit.
5)      Tahap Pengakhiran
a)      Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan diakhiri
Sayamenyampaikankepadaanggotakelompokbahwapadatahapkegiatantelahmembahassebuahtopicmasalahdanmenemukansolusinyasecarabersama-samahinggatuntasdankegiatanbimbinganiniakansegeradiakhiri
b)      Pemimpin dan anggota mengemukakan hasil/kesimpulan kegiatan konseling kelompok
Para anggotakelompokmenyimpulkanhasilbahwauntukmemperolehkenyamanandalammelaksanakanperawatanialahdengancaraikhlasmenerimakeadaandanbersyukurdengankondisisaatini, sertamemperbanyakibadahdanmendekatkandirikepada-Nya.
c)      Merencanakan kegiatan lanjutan yaitu pada pertemuan kedua
untukmembahashal yang belumsempatdibahasdalamkegitan kali ini, yaituditetapkanpada tanggal 23 November 2016
d)     Pesan dan harapan anggota kelompok dan penguatan dari pemimpin kelompok.
Anggotakelompokmerasaterbantudalammengatasimasalahketidaknyamananselamamasaperawatannya, anggotakelompok (pasien) dapatbelajardaripengalamananggotakelompok yang lain.
Anggotakelompok (pasien) merasakegiataninisangatbermanfaatdandalamkeadaansepertiinimerekamerasasangatmembutuhkanseorangrohis (konselor) sebagaitempatbertanyasertamembantumerekauntukmengarahkan agar mendapatkansolusi yang diinginkan.
e)      Pengisian format penilaian segera (laiseg)
Laisegdiberikansaturangkapuntukmewakilisemuaanggotakelompok, sebagaibentukpenilaiansegerasetelahpelaksanaanbimbingandiadakansertaevaluasiuntukpelaksanaanbimbinganselanjutnya.
f)       Doa penutup dan saling bersalaman.








Pertemuan Ke-2        : Kecemasan Menghadapi Operasi (Konseling Lanjutan)
Tanggal                      : 23 November 2016

1)      Tahap Pembentukan
a)      Ucapan selamat datang dan terimakasih
“assalamualaikum ibuk-ibuk, bagaimana keadaannya hari ini ibuk-ibuk?, terimakasih telah dapat meluangkan waktunya untuk mengikuti salah satu program  konseling kelompok dari pelayanan rohis di rumah sakit ini”
b)      Doa bersama (dapat dipimpin konselor dan atau oleh seorang kelompok)
“semoga kegiatan kita hari ini dilancarkan serta mendapat berkah dari Allah swt. serta memperoleh manfaat bagi kehidupan kita”

2)      Tahap Peralihan
a)      Menjelaskan kegiatan yang akan dijalani
Menjelaskan bahwa :
-          Kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya
-          Kesepakatan bersama menentukan masalah yang akan di bahas pada pertemuan ini
-          Kegiatan ini akan membahas masalah dan membutuhkan peran aktif dari para pasien
-          Perlunya pemahaman dari materi yang disampaikan
-          Kegiatan ini membutuhkan ide-ide, atau pendapat yang membangun dari para pasien.
-          Tanya jawab hal yang belum dipahami
b)      Menanyakan apakah anggota telah siap
Semua anggota kelompok telah siap untuk mengikuti kegiatan konseling kelompok
c)      Mempelajari suasana yang terjadi dalam kelompok
Sayamengamatikondisianggotakelompok, sertamengamatikesiapanmerekauntukmengikutikegiatankonselingini, sayakembalimeyakinkanparapasien agar merekatetapterbukadalamkegiatanini agar terjalinkontakpsikologissatusama lain.
d)     Bila perlu, kembali kepada aspek sebelumnya (tentang yang masih diragukan).

3)      Tahap Kegiatan
a)      Anggota memilih dan menentukan permasalahan yang akan dibahas pada pertemuan kali ini.
Adapun masalah yang tepilih pertamakali untuk dibahas ialah masalah kecemasan menghadapi operasi.
b)      Tanya jawab hal yang belum dipahami (tentang masalah anggota yang dipilih untuk dibahas)
Tujuan/ hasil yang akan di capai dari pembahasan masalah ini ialah:
-          Pasien dapat mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi operasi
-          Pasien dapat mengurangi kecemasan dan ketakutannya menghadapi operasi
-          Pasien dapat optimis bahwa operasinya akan berjalan lancar
-          Pasien dapat ikhlas dan berserah diri  dalam menjalani operasi dan selalu berdo’a.
c)      Anggota membahas masalah sampai tuntas
Pembahasan :
-          Pasien saling berbagi pengalaman dan bertukar pendapat tentang pengalamannya menjalani operasi
-          Pasien membahas pentingnya persiapan mental pra operasi
-          Pasien membahas kiat-kiat mengurangi kecemasan pra operasi, yaitu : optimis dengan tindakan tim medis, yakin akan ada sesuatu yang baik terjadi, berdo’a bertawakkal dan ikhlas untuk menerima keputusan
-          Mental yang kuat membantu mempercepat pemulihan pasca operasi.
d)     Selingan

e)      Komitmen
Anggota yang masalahnya telah dibahas diberi kesempatan untuk mengemukakan hal-hal yang dilakukannya setelah pembahasan selesai.
Pasien dapat memahami dan menerapkan kiat-kiat untuk mengurangi kecemasan menghadapi operasi
f)       Tahap Pengakhiran
a)      Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan diakhiri
Sayamenyampaikankepadaanggotakelompokbahwapadatahapkegiatantelahmembahassebuahtopikhinggatuntasdankegiatanbimbinganiniakansegeradiakhiri
b)      Pemimpin dan anggota mengemukakan hasil kegiatan konseling kelompok
Para anggotakelompokmenyimpulkanhasilbahwauntukmengurangikecemasanpraoperasidapatditerapkanlangkah-langkah yang telahdijelaskanpadabagianatas (tahapkegiatan) salahsatunyadengantetapoptimis, yakindanberdo’a
c)      Pesan dan harapan anggota kelompok dan penguatan dari pemimpin kelompok
Anggotakelompokmerasaterbantudalammengatasikecemasanpraoperasimelalui saran-saran sertapengalaman yang pernahdialamiolehpasien lain.
Anggotakelompok (pasien) merasakegiataninisangatbermanfaatdankegiatansepertiinihendaknyaberkelanjutandiadakan di rumahsakitini.
d)     Pengisian format penilaian segera (laiseg)
Laisegdiberikansaturangkapuntukmewakilisemuaanggotakelompok, sebagaibentukpenilaiansegerasetelahpelaksanaanbimbingandiadakansertaevaluasiuntukpelaksanaanbimbinganselanjutnya.
e)      Doa penutup dan saling bersalaman.

No comments:

Post a Comment