LAPORAN KONSELING
KELOMPOK
DI RUANG KELAS III
BEDAH WANITA
Oleh Yulia Annisa, S.Sos
Pertemuan Ke-1
: Kiat Memperoleh Kenyamanan Ketika Sakit
Tanggal : 22 November 2016
1) Tahap Pembentukan
a) Ucapan
selamat datang dan terimakasih
“assalamualaikum
ibuk-ibuk, bagaimana keadaannya hari ini ibuk-ibuk?, terimakasih telah dapat
meluangkan waktunya untuk mengikuti salah satu program konseling kelompok dari pelayanan rohis di
rumah sakit ini”
b) Doa
bersama (dapat dipimpin konselor dan atau oleh seorang kelompok)
“semoga
kegiatan kita hari ini dilancarkan serta mendapat berkah dari Allah swt. serta
memperoleh manfaat bagi kehidupan kita”
c) Pengertian
konseling kelompok
“baik
lah ibuk-ibuk dalam kegiatan ini saya ak
kita ini a memimpin langsung kegiatan ini hingga akhir, kegiatan ini bernama
konseling kelompok yang merupakan sebuah layanan dalam program konseling rohani
Islam (Konseris) di rumah sakit ini, selama kurang lebih 40 menit kedepan kita
akan membahas masalah-masalah yang ibuk-ibuk hadapi yang berkaitan dengan
psikis atau rohani, atau segala sesuatu yang mengganjal di pikiran ibuk-ibuk
yang menghambat proses perawatan dan penyembuhan ibuk-ibuk di rumah sakit ini”
d) Tujuan
konseling kelompok
1. Saling
berbagi pengalaman antara pasien (anggota kelompok)
2. memperoleh
informasi baru dalam mengatasi masalah
3. melatih
rasa percaya diri
4. melatih
menghargai pendapat orang lain
5. melatih
cara menyampaikan pendapat dengan baik
6. terentaskannya
masalah yang dialami anggota kelompok
e) Perkenalan,
dan dilanjutkan rangkaian nama.
Terlebih dahulu saya memperkenalkan
diri pribadi saya kepada pasien dan keluarga pasien yang ada di ruang Kelas III
Bedah Wanita,
“Nama saya Yulia Annisa, saya
mahasiswa praktek Rohis yang bertugas di rumah sakit ini di bidang kerohanian”
Selanjutnya perkenalan dari pasien
dan rangkaian nama peserta Konseling Kelompok :
-
Martalena -
Dewi
-
Sukma - Elisa
-
Indrawani - Cica
-
Yesni
2) Tahap Peralihan
a) Menjelaskan
kegiatan yang akan dijalani
Menjelaskan bahwa :
-
Setiap anggota
mengemukakan masalah yang dihadapinya
-
Kesepakatan
bersama menentukan masalah yang akan di bahas pertama
-
Kegiatan ini
akan membahas masalah dan membutuhkan peran aktif dari para pasien
-
Perlunya
pemahaman dari materi yang disampaikan
-
Kegiatan ini
membutuhkan ide-ide, atau pendapat yang membangun dari para pasien.
-
Tanya jawab hal
yang belum dipahami
b) Menanyakan
apakah anggota telah siap
Semua anggota kelompok telah siap
untuk mengikuti kegiatan konseling kelompok
c) Mempelajari
suasana yang terjadi dalam kelompok
Sayamemperhatikansatupersatukondisisemuaanggotakelompok,
jikamasihadahal yang mengganjalatausesuatu yang
membuatkurangnyamansayamenanyakankembalikepadamasing-mmasinganggotakelompok,
agar
semuaanggotakelompokdapatmengikutikegiatandenganbaikdannyamansertasalingterjalinnyakedekatanemosional.
d) Bila
perlu, kembali kepada aspek sebelumnya (tentang yang masih diragukan).
3) Tahap Kegiatan
a) Semua
anggota kelompok mengemukakan permasalahan pribadinya secara bergantian,
padatahapinisayamengajakparaanggotakelompokuntukmengemukakanpermasalahanapa
yang dirasacocokuntuk di bahasdan di carisolusisecarabersama-sama, masalah yang
dibahassesuaidenganapa yang dihadapiolehanggotakelompokpadasaatini.
b) Anggota
memilih dan menentukan permasalahan yang akan dibahas pertama kali.
Adapun masalah yang tepilih pertamakali
untuk dibahas ialah masalah ketidaknyamanan pasien menghadapi sakit.
c) Tanya
jawab hal yang belum dipahami (tentang masalah anggota yang dipilih untuk
dibahas)
Tujuan/ hasil yang akan di capai
dari pembahasan masalah ini ialah:
-
Pasien dapat
memahami dan menerima keadaan sakitnya
-
Pasien dapat
belajar dari pengalaman sebelumnya dan dan juga dari pengalaman orang lain
-
Pasien dapat
menerapkan dan mengaplikasikan kesabaran serta keikhlasan menerima sakit
-
Pasien
memperoleh kenyamanan selama masa perawatan di Rumah Sakit
d) Anggota
membahas masalah sampai tuntas
Pembahasan :
-
Pasien saling
berbagi pengalaman dan bertukar pendapat tentang pengalamannya menghadapi sakit
-
Pasien membahas
hikmah sakit
-
Pasien membahas
kekuatan jasmani dan rohani sangat diperlukan untuk mencapai kenyamanan hidup
-
Ikhlas dan sabar
kunci dalam dalam menghadapi sakit serta tetap bertawakal.
e) Selingan
(istirahatsejenaksambilberguraudenganpasien)
f) Berdasarkan
kesepakatan dengan anggota dapat dilanjutkan masalah anggota berikut pada
pertemuan kedua yaitu tanggal 23 November 2016
4) Komitmen
Anggota yang
masalahnya telah dibahas diberi kesempatan untuk mengemukakan hal-hal yang
dilakukannya setelah pembahasan selesai.
Pasien dapat
memahami dan menerapkan kiat-kiat untuk memperoleh kenyamanan ketika sakit.
5) Tahap Pengakhiran
a) Pemimpin
kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan diakhiri
Sayamenyampaikankepadaanggotakelompokbahwapadatahapkegiatantelahmembahassebuahtopicmasalahdanmenemukansolusinyasecarabersama-samahinggatuntasdankegiatanbimbinganiniakansegeradiakhiri
b) Pemimpin
dan anggota mengemukakan hasil/kesimpulan
kegiatan konseling kelompok
Para anggotakelompokmenyimpulkanhasilbahwauntukmemperolehkenyamanandalammelaksanakanperawatanialahdengancaraikhlasmenerimakeadaandanbersyukurdengankondisisaatini,
sertamemperbanyakibadahdanmendekatkandirikepada-Nya.
c) Merencanakan
kegiatan lanjutan yaitu pada pertemuan kedua
untukmembahashal
yang belumsempatdibahasdalamkegitan kali ini, yaituditetapkanpada
tanggal 23 November
2016
d) Pesan
dan harapan anggota kelompok dan penguatan dari pemimpin kelompok.
Anggotakelompokmerasaterbantudalammengatasimasalahketidaknyamananselamamasaperawatannya,
anggotakelompok (pasien) dapatbelajardaripengalamananggotakelompok yang lain.
Anggotakelompok (pasien) merasakegiataninisangatbermanfaatdandalamkeadaansepertiinimerekamerasasangatmembutuhkanseorangrohis
(konselor) sebagaitempatbertanyasertamembantumerekauntukmengarahkan agar
mendapatkansolusi yang diinginkan.
e) Pengisian
format penilaian segera (laiseg)
Laisegdiberikansaturangkapuntukmewakilisemuaanggotakelompok,
sebagaibentukpenilaiansegerasetelahpelaksanaanbimbingandiadakansertaevaluasiuntukpelaksanaanbimbinganselanjutnya.
f) Doa
penutup dan saling bersalaman.
Pertemuan
Ke-2 : Kecemasan Menghadapi Operasi
(Konseling Lanjutan)
Tanggal
: 23 November 2016
1) Tahap Pembentukan
a) Ucapan
selamat datang dan terimakasih
“assalamualaikum
ibuk-ibuk, bagaimana keadaannya hari ini ibuk-ibuk?, terimakasih telah dapat
meluangkan waktunya untuk mengikuti salah satu program konseling kelompok dari pelayanan rohis di
rumah sakit ini”
b) Doa
bersama (dapat dipimpin konselor dan atau oleh seorang kelompok)
“semoga
kegiatan kita hari ini dilancarkan serta mendapat berkah dari Allah swt. serta
memperoleh manfaat bagi kehidupan kita”
2) Tahap Peralihan
a) Menjelaskan
kegiatan yang akan dijalani
Menjelaskan bahwa :
-
Kegiatan ini
adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya
-
Kesepakatan
bersama menentukan masalah yang akan di bahas pada pertemuan ini
-
Kegiatan ini
akan membahas masalah dan membutuhkan peran aktif dari para pasien
-
Perlunya
pemahaman dari materi yang disampaikan
-
Kegiatan ini
membutuhkan ide-ide, atau pendapat yang membangun dari para pasien.
-
Tanya jawab hal
yang belum dipahami
b) Menanyakan
apakah anggota telah siap
Semua anggota kelompok telah siap
untuk mengikuti kegiatan konseling kelompok
c) Mempelajari
suasana yang terjadi dalam kelompok
Sayamengamatikondisianggotakelompok,
sertamengamatikesiapanmerekauntukmengikutikegiatankonselingini,
sayakembalimeyakinkanparapasien agar merekatetapterbukadalamkegiatanini agar
terjalinkontakpsikologissatusama lain.
d) Bila
perlu, kembali kepada aspek sebelumnya (tentang yang masih diragukan).
3) Tahap Kegiatan
a) Anggota
memilih dan menentukan permasalahan yang akan dibahas pada pertemuan kali ini.
Adapun masalah yang tepilih
pertamakali untuk dibahas ialah masalah kecemasan menghadapi operasi.
b) Tanya
jawab hal yang belum dipahami (tentang masalah anggota yang dipilih untuk
dibahas)
Tujuan/ hasil yang akan di capai
dari pembahasan masalah ini ialah:
-
Pasien dapat
mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi operasi
-
Pasien dapat
mengurangi kecemasan dan ketakutannya menghadapi operasi
-
Pasien dapat
optimis bahwa operasinya akan berjalan lancar
-
Pasien dapat
ikhlas dan berserah diri dalam menjalani
operasi dan selalu berdo’a.
c) Anggota
membahas masalah sampai tuntas
Pembahasan :
-
Pasien saling
berbagi pengalaman dan bertukar pendapat tentang pengalamannya menjalani
operasi
-
Pasien membahas
pentingnya persiapan mental pra operasi
-
Pasien membahas kiat-kiat
mengurangi kecemasan pra operasi, yaitu : optimis dengan tindakan tim medis, yakin
akan ada sesuatu yang baik terjadi, berdo’a bertawakkal dan ikhlas untuk
menerima keputusan
-
Mental yang kuat
membantu mempercepat pemulihan pasca operasi.
d) Selingan
e) Komitmen
Anggota yang
masalahnya telah dibahas diberi kesempatan untuk mengemukakan hal-hal yang
dilakukannya setelah pembahasan selesai.
Pasien dapat
memahami dan menerapkan kiat-kiat untuk mengurangi kecemasan menghadapi operasi
f) Tahap Pengakhiran
a) Pemimpin
kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan diakhiri
Sayamenyampaikankepadaanggotakelompokbahwapadatahapkegiatantelahmembahassebuahtopikhinggatuntasdankegiatanbimbinganiniakansegeradiakhiri
b) Pemimpin
dan anggota mengemukakan hasil kegiatan konseling kelompok
Para anggotakelompokmenyimpulkanhasilbahwauntukmengurangikecemasanpraoperasidapatditerapkanlangkah-langkah
yang telahdijelaskanpadabagianatas (tahapkegiatan)
salahsatunyadengantetapoptimis, yakindanberdo’a
c) Pesan
dan harapan anggota kelompok dan penguatan dari pemimpin kelompok
Anggotakelompokmerasaterbantudalammengatasikecemasanpraoperasimelalui
saran-saran sertapengalaman yang pernahdialamiolehpasien lain.
Anggotakelompok (pasien)
merasakegiataninisangatbermanfaatdankegiatansepertiinihendaknyaberkelanjutandiadakan
di rumahsakitini.
d) Pengisian
format penilaian segera (laiseg)
Laisegdiberikansaturangkapuntukmewakilisemuaanggotakelompok,
sebagaibentukpenilaiansegerasetelahpelaksanaanbimbingandiadakansertaevaluasiuntukpelaksanaanbimbinganselanjutnya.
No comments:
Post a Comment